
Penyebab kulit menjadi lebih cokelat karena proses pigmentasi. Sebenarnya, pigmentasi sesuatu yang wajar untuk melindungi kulit dan organ lain dari sinar matahari. Namun masalahnya, ada orang yang mengalami hipopigmentasi (kekurangan pigmentasi) dan hiperpigmentasi (kelebihan pigmentasi). Kekurangan pigmen berakibat misalnya vitiligo atau kita kenal juga dengan corok, beberapa bagian kulit menjadi terlihat putih seperti panuan. Nah, yang hiperpigmentasi sebaliknya, antara lain kulit terlihat ada noda-noda cokelat.
Berbicara tentang pigmentasi yang tidak normal ini ada sederet penyebab yang mungkin menimbulkannya. Sebut saja, faktor dari dalam misalnya yang bersifat hormonal seperti kadar estrogen yang terlalu tinggi. "Obat-obatan dengan kandungan hormon tinggi seperti pil KB bisa juga menyebabkan hiperpigmentasi. Bahkan, dari penelitian terakhir cokelat, makanan yang banyak penggemarnya ini dapat memunculkan pigmentasi," kata dokter spesialis kulit dan kelamin di RSUD Cibinong, dr. Emil R. Fadly, Sp.K.K.
Faktor penyebab pigmentasi dari luar yang paling dominan adalah sinar matahari (ultraviolet/UV) pukul 9.00 - 15.00 WIB. Bahkan, sinar matahari yang mampu mengubah pola sel itu dapat menimbulkan kanker kulit.
"Jadi, sebenarnya bukan pemutih yang penting untuk kulit kita. Tapi yang utama dan pertama harus dilakukan adalah memakai sunblock yang berguna untuk mem-blocking sinar UV itu," ujar Emil menyarankan.
Sunblock tak hanya perlu digunakan jika kita di luar rumah, tapi di dalam rumah. "Selama di rumah kita belum perlu menggunakan cahaya lampu (masih menggunakan cahaya matahari sebagai penerang- red.), sunblock amat dianjurkan. Meski masih memerlukan penelitian lebih lanjut, mereka yang berada lebih dari 6 jam di depan komputer memerlukan sunblock ataupun pelembap untuk melindungi kulitnya dari radiasi," tutur Emil yang juga praktik di salah satu klinik perawatan kulit di Jakarta ini.
Jadi, sebelum memutuskan menggunakan kosmetik atau obat pemutih, Emil menyarankan konsumen untuk menggunakan sunblock sesuai dengan jenis kulit. Untuk kulit normal, boleh menggunakan sunblock berupa krim atau lotion, tapi untuk kulit berminyak disarankan memakai lotion dan kulit kering menggunakan krim. "Sunblock bisa dipakai sedini mungkin, saat seseorang mulai pubertas. Satu lagi yang penting, gunakan sunblock non-PABA.
**
SEPERTI Dr. Retno dan dr. Maria, dr. Emil juga menyatakan seseorang boleh-boleh saja menggunakan pemutih untuk kulit, asal digunakan dalam batas yang aman.
Pemutih sebagai pengobatan ada tiga kelompok. Pertama, yang disebut kosmetik. Ini ber-arti antipigmentasi yang dijual bebas, misalnya dengan kadar hidroquinon di bawah 2%, AHA di bawah 4%, maupun kojic acid kombinasi rendah di bawah 3%. Kosmetik ini bekerja di permukaan. Kedua, cosmeticical. Kelompok ini biasanya dikeluarkan oleh klinik-klinik kosmetik. Ketiga digolongkan sebagai obat yang harus diberikan atas resep dari dokter.
Selain kosmetik, cosmeticical, obat yang dioles, ada juga cara mengatasi pigmentasi dengan alat seperti laser, intensive pulse light yang menggunakan gelombang tertentu sebagai pecmecah pigmen, iontophoresis (alat untuk memasukkan obat-obat antipigmentasi dan antiaging/penuaan dini), serta mesoteraphy. "Alat-alat ini bisa digunakan hanya di bawah pengawasan dokter," kata dokter yang kini mendalami bedah kosmetik ini.
Sumber : Pikiran Rakyat Online, 13 Oktober 2007.
| Next > |
|---|


